PIMNAS? SIAPA TAKUT
Press Release
DOIT (Diskusi Online Inspiratif Talk) : PIMNAS? SIAPA
TAKUT !
Lingkar Inspirasi UNJ 2019
Sudahkah temen-temen Lingkar Inspirasi UNJ mengikuti Inspiratif Talk PIMNAS pada hari Sabtu, 12 Januari 2019 lalu? Belum? Atau terlewat banyak chat sebelumnya? Jangan khawatir😂 Tim Lingkar Inspirasi UNJ sudah menyediakan press release diskusi online untuk kamu.
Narasumber Inspiratif Talk ini yaitu Ulfi Rahma Efrianti, sebagai Peraih Medali Silver PIMNAS 31 di Yogyakarta. Kak Ulfi, panggilan akrabnya merupakan mahasiswi Prodi Kimia UNJ 2014. Beliau berbagi kisah perjalanannya hingga PIMNAS. Tidak hanya itu, beliau juga berbagi tips dan trik jitu bagi temen-temen yang ingin lolos didanai proposal PKMnya, bekerjasama dengan tim, dan cara memanage waktu antara mengerjakan PKM dan urusan kuliah. Diskusi online ini dipandu oleh saudari Faizah Nurwita dari Divisi PSDM LI 2019 dan diskusi dimulai pukul 20.00 -22.00 WIB. Mau tau keseruan diskusi mereka? Yuk, simak press release berikut!
SESI MATERI
Boleh ceritakan ka seputar penelitian kaka hingga bisa lolos PIMNAS? Judulnya apa? Dan kenapa kaka dan tim kepikiran dengan ide penelitian itu ka?
Penelitianku judulnya DETEKSI BAKTERI Escherichia coli DAN Salmonella typhimurium BERBASIS REAL-TIME PCR DALAM MENGATASI KASUS KERACUNAN PANGAN. Hahaha berat banget ya judulnya. Padahal aslinya biasa aja. Bahkan disitu aku bilang Dalam Mengatasi Kasus Keracunan Pangan, pdhl kalian mau tau ga? Aku cuma pake satu sampel susu, tapi bisa-bisanya menjustifikasi bisa mengatasi kasus keracunan pangan.
Nah itulah pentingnya judul. Karna Judul jadi indikator paling pertama yg dilihat reviewer. Pesan dariku, tuangkan ide kalian dalam judul yang mempesonaa. Biasanya tipsnya dibelakang judul dikasih tambahan manfaatnya apa, kalau dijudul saya kemarin Untuk Mengatasi Kasus Keracunan Pangan. Kalian tau
kan proposal yg masuk itu ribuaaan. Nah reviewer biasanya hanya melihat sekilas, jd coba kemas ide kalian dalam judul yang mempesona para reviewer, entah nanti dalemnya menggunakan banyak atau sedikit data, itu urusan belakangan yg penting bs terlihat wooow dulu temen temen.
Menurut kaka, kesalahan apa saja yang suka dilakukan mahasiswa di proposal PKM Dikti sehingga proposalnya tidak lolos didanai Dikti ?
Yg selama ini aku pelajari, biasanya ini:
Judulnya terlalu umum. Ga memberikan solusi dan lingkupnya ga besar.
TTD dilampiran discan. Tanda Tangan Pengusul , Dosen Pendamping, dan Pimpinan PT harus ada dan tidak boleh cropping.
Jumlah anggota, dibaca lagi temen temen. Ada yg 5 orang ada yg 3 orang ni.
Tahun usulan.
Jumlah halaman. Kalau ada yg sampai daftar isi, itu jangan sampai lebih dr 10 ya.
Anggaran Biaya (tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih dari pedoman). Dan tidak diperuntukan untuk beli barang elektronik.
Gunakan Panduan PKM yg terbaru pokonya mah ikutin aja sesuai panduan PKM
Sudah berapa kali upload PKM Dikti ka? Apakah semuanya lolos didanai?
Dulu aku pas masih semester awal, suka nya nemplok sama kaka tangkat hehe. Dulu alhamdulillah suka diajak kaka kaka di prodi untuk join PKM. Dua kali ikut PKM statusnya jd anggota, ga ada yg lolos. Kemarin saat menjadi ketua, alhamdulillah bs lolos dan berangkat ke PIMNAS. Berangkat ke PIMNAS dengan titipan cita-cita banyak kaka-kaka aku yg dulu menginspirasiku.
Jadi kalau sekali belum lolos PKM, jangan pantang dulu. Siapa tau rezekimu ada di tahun berikutnya kan?
Bagaimana perasaan kaka bisa lolos ke PIMNAS dan membawa medali ? Ceritain dong ka sekilas tentang suasana di Pimnas-31 ?
Alhamdulillah di PKM kemarin diberi kesempatan untuk lolos di danai sebesar Rp. 8 juta,- dilanjut dikasih bonus merasakan atmosfir PIMNAS 31 di Yogyakarta. Kita semua yg berangkat PIMNAS aja udah seneng bgt, karena disana jalan-jalan juga ke Gunung Merapi, Arumjeram di sungai elo dan tempat lainnya (Gratis dong hehe). Kita semua yg berangkat sama sekali tidak ada niatan pulang membawa medali. Tp nyatanya, alhamdulillah diizinkan merasakan dikalungi medali perak di tengah Kontingen Mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kalian harus cobain sendiri rasanya yaa. Terharu aku.
Bisa kasih tau tipsnya ka agar bisa lolos di danai Dikti ? dan proposal yg baik dan bisa lolos harus seperti apa ya ka?
Penilaian untuk lolos didanai sama lolos PIMNAS agak berbeda sedikit. Poinnya yg penting lolos didanai dulu
aja. Kalau untuk ke PIMNAS, nanti kita bisa ngobrol ngobrol lg hehe.
Balik lg ke tujuan PKM nih. PKM jd wadah untuk mahasiswa menuangkan fikirannya dalam mengatasi berbagai masalah-masalah pelik yang ada di Indonesia. Saya menyarankan coba usung masalah sosial yang belum punya solusi yang pas di masyarakat. Benang merahnya, Idemu harus berhubungan dengan banyak orang. Lingkupnya harus mengatasi masalah ya teman-teman. Kalau ide kalian yg sekarang sudah bisa memberi solusi, berarti tinggal di maksimalkan. Kalau buat temen-temen yg ide nya blm memberikan solusi, coba didaftarkan gppa, tapi sambil dipersiapkan untuk tahun depannya juga.
Ini ku rangkum tema-tema yg bisa dijadikan usulan PKM. Tapi diluar ini pun masih banyak masalah di negeri kita yang bisa kita analisa.
Bagaimana cara mengatur waktu kuliah dan mengerjakan PKM penelitiannya ka?
Kalau saya selalu belajar bertindak Proporsional dan Profesional. Ini mungkin kuncinya ya. Apalagi menurut saya, didanai PKM itu sebuah anugrah, titipan dari Pemilik Semesta untuk belajar bertanggung jawab dengan dana yang (mungkin) juga ada sumbangsih uang rakyat di dalamnya.
Iya memang nantinya ketika didanai, kalian dituntut untuk mengaplikasikan ide kalian itu. Apalagi pengalaman saya yang PKM-Penelitian, mau gamau terjun ke lab, ambil sampel, preparasi sampel, uji sampel, dll. Triknya kalian harus mempunyai timeline, tau kira-kira trial and error berapa lama, cari bahan berapa lama, tanggal segini ngapain, targetnya apa. Insya Allah akan membantu kalian yg merasa khawatir sama bentrok-bentrok.
Ka Ulfi kasih motivasi buat mahasiswa UNJ yg masih berjuang di PKM Dikti khususnya yg sudah sering gagal nih ka...hehe
Menurut saya, sama sekali gaada salahnya belajar menulis, mengkaji ide kalian yg dituangkan dalam proposal PKM karna akan banyak sekali lomba-lomba LKTI yg nantinya idemu bisa diperlombakan lg disana (Jika QadarullahNya tdk di danai Dikti). Trust me, ga akan ada ruginya. Jadi nanti proposalmu bisa diajukan juga ke tempat lain.
Terakhir,
Temen-temen juga jangan lupa untuk melangitkan doa-doa baiknya. Didanai ga didanai itu urusan nanti, yg penting niat untuk menyelesaikan proposalnya aja dulu hehe. Bukankah tugas kita sebagai manusia hanya perlu ikhtiar dan menjemput takdir kita?
Dan, saya suka sekali dengan kalimat ini juga Orang
baik di bumi ini banyak, tapi bumi butuh lebih banyak.
SESI DISKUSI
Pertanyaan Pertama
Bagaimana cara menyemangati teman agar sama-sama berjuang buat pkm ini dan ga serasa cape sendiri itu?
Oleh: Trish, Pendidikan Kepelatihan Olahraga UPI, 2017
Pertanyaan Kedua
Bagaimana cara mencari temen yang sevisi misi buat partneran pkm?
Oleh: Hima, Alumni Pendidikan Kimia, 2014
Semuanya tentang teman berjuang yaa intinya. Aku rangkum aja ya menjadi satu.
Temen sekelompok bisa jadi faktor penting bgt karna ini akan pengaruh banget buat ketentraman selama bahkan sampai pasca PKM selesai. Oiya ngomongin temen sekelompok, sebisa mungkin proporsi perempuan sama laki-laki dalam tim juga difikirkan ya. Saya analisis, yang mix gender lebih berpeluang pas di PIMNAS, walaupun yang gendernya sama juga ada beberapa yang lolos juga kok hehe.
Kalau dari aku biar semua ga cape sendiri, coba dari awal pembuatan ide, libatin teman-teman kelompokmu terus. Sampaikan apa idemu, disitu kita bisa melihat interestnya mereka terhadap idemu. Kalau mereka kurang srek, coba ajak teman yg lain. Jangan sampai kecebur terlebih dahulu, karna PKM itu agak berat kalau jalannya cuma satu kaki.
Disini ada tips juga nih, kalau bisa memang rekrut temen yg universal. Maksudnya temen yang ga harus dari angkatan plus prodi yang sama. Nantinya bisa saling memback up, ditambah lagi kalau bisa lintas prodi itu bisa jadi nilai plus (bisa explore metode penelitian) teruntuk kalian yang ide proposalnya mutlak ga cuma dikaji dari sudut pandang satu ilmu. Contohnya proposal temen aku tahun kemarin nih tentang kamus elektronik untuk penyandang disabilitas, kalau dibreakdown perlu banget anak Teknik dalam pembuatan kamusnya, butuh jg temen-temen jurusan Pendidikan Luar Biasa untuk memahami ilmu-ilmu untuk penyandang disabilitas. Nantinya bisa meringankan juga kalau satu sama lain bisa mengisi.
PENUTUP
Don't just make story but make your history.
"Bahwa kita bukanlah apa-apa tanpaNya. Segala bentuk jeripayah yang kita selalu semogakan, hanya Dialah Sang Penentu segala urusan. Berdoa lah agar Dia dan para MalaikatNya menunjukan jalan kebaikan untuk kita dan apa yang sedang kita usahakan". Dari saya yang sudah di penghujung masa kuliah, inilah persembahan terbaik dari saya dan teman-teman saya untuk institusi kami, dan apa persembahan darimu? (Ulfi Rahma Efrianti, 2019)



Komentar
Posting Komentar