JEJAK PERJUANGAN
Penulis: Swardiantara S./PTIK 2016/HUMAS LI 2017-2018
“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China” – Seseorang. Itulah yang menjadi motivasiku untuk melanjutkan studi di UNJ. Perkenalkan nama ku Swardiantara Silalahi, aku berasal dari Pekanbaru, tepatnya disebuah desa yang bernama Hutan Lindung. Ya, disana masih banyak hutan hijau, yang salah satunya berada tepat dibelakang rumahku. Aku besar dilingkungan keluarga yang sederhana, berkehidupan yang cukup dan kurang harmonis. Aku menyelesaikan pendidikan dasar sampai pendidikan kejuruan di Pekanbaru dan akhirnya melanjutkan pendidikan tinggi ke Jakarta, UNJ. Kejuruan? Ya, aku berasal dari latarbelakang pendidikan kejuruan, orang dahulu menyebutnya STM/SMEA yang kemudian berganti nama menjadi SMK.
Di UNJ, aku diterima di program studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, yang sekarang namanya berganti menjadi Pendidikan Informatika. Aku bisa sampai di UNJ karena Bidikmisi. Aku melamar bidikmisi lewat jalur SNMPTN. Sekarang, aku memasuki Semester 4, padahal baru kemarin rasanya aku sibuk mengurus berkas persyaratan bidikmisi.
Sepintas, aku seperti orang yang paling bahagia, karena diterima lewat jalur SNMPTN sebagai pelamar bidikmisi. Namun, banyak perjuangan yang tidak terlihat dibelakangnya. Jangan tanya kenapa aku bisa lolos bidikmisi dan SNMPTN? Karna aku juga tidak tahu mengapa. Aku merasa ini sudah suratan dari Yang Maha Kuasa. Karena, jika aku menceritakan kisah mengapa aku bisa menerima bidikmisi, akan sulit untuk dipercaya.
Di semester pertama, sejak masa pengenalan akademik, aku mencari dimana aku bisa melanjutkan pelajaran yang telah kuterima di tingkat SMK. Karena, mata kuliah di semester pertama adalah mata kuliah dasar, yang sedikit banyaknya sudah ku dapatkan di bangku SMK. Bidang yang ku senangi adalah Administrasi Sistem dan Jaringan. Karena memang inilah kompetensi seorang lulusan jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Tapi di semester pertama, tidak ada mata kuliah yang mengarah pada bidang itu. Jadi, aku berinisiatif untuk mendekatkan diri pada salah satu dosen di PTIK, yang bernama Pak Ficky Duskarnaen. Beliau adalah salah satu dosen di Prodi PTIK yang sekaligus menjabat sebagai kepala Pustikom, yang sekarang bernama UPT TIK. Karena aku pikir, disana tersedia fasilitas yang dapat ku gunakan untuk mempelajari bidang kesukaan ku, yaitu ITNSA (IT Network System Administration), sebutan resmi di kalangan umum.
Saat itu, aku belum memiliki teman yang begitu dekat. Jadi, aku selalu sendiri. Setelah bubar kelas, aku ke kantin sendiri, ke pustikom sendiri. Masa semester 1 ku gunakan untuk mengingat pelajaran ku di SMK. Sampai teman-teman dikelas berkata. “Swar, kalau ke puskom ajak-ajak dong”. Karena memang pustikom bukanlah sarana umum. Tidak sembarang mahasiswa boleh keluar masuk. Tapi aku memberanikan diri untuk mendapatkan akses ‘istimewa’. Ya, aku berhasil mendapatkan akses ‘istimewa’ itu dengan datang kesana hampir setiap hari. Masuk ke Lab Komputer sendiri, belajar sendiri.
Memasuki semester 2, aku masih sering datang ke pustikom untuk sekedar belajar, browsing, dll. Satu persatu teman ku ikut, sehingga aku perlu meminta izin Pak Ficky untuk membawa mereka masuk ke Lab. Beliau sangat baik, sangat support kepada mahasiswa yang memiliki kemauan belajar. Seperti yang ku tunjukkan kepada beliau. Saat itu bulan februari, pergantian semester 105 ke semester 106. Aku melihat ada informasi lomba bidang ITNSA. Aku memberanikan diri untuk datang ke Pak Ficky untuk meminta dukungan nya. Ya, dukungan finansial, yang menjadi hambatan utama bagi mahasiswa. Aku sangat didukung penuh, aku senang dan segera mempersiapkan diri. Lomba tersebut bernama ITechno Cup yang ditaja oleh Politeknik Negeri Jakarta. Beliau meminta ku untuk membuat proposal pengajuan dana ke Fakultas. Setelah proposal tersebut jadi, namun pihak fakultas menolak, begitu pun Program Studi. Aku tidak mendapat dukungan finansial dari Prodi maupun Fakultas. Namun dengan ikhlasnya, Pak Ficky memberikan kepada ku uang Rp. 300.000,- untuk berangkat ke PNJ. Sebelumnya, biaya pendaftaran ku ditanggung oleh senior yang bekerja di Pustikom. Sampai pada hasil lomba, aku mendapat peringkat ke-2. Beliau sangat bangga, karena belum ada mahasiswa PTIK sebelumnya yang berprestasi di bidang Jaringan. Mulai saat itu, aku dipercaya untuk membina teman-teman yang ingin belajar bidang Jaringan. Sampai sekarang masih berusaha mencari kader untuk melanjutkan prestasi dibidang jaringa, namun memang kalah tenar dengan bidang ilmu pemrograman. Aku pun sekarang lebih menyukai bidang pemrograman, entah kenapa.
Setelah kejadian tersebut, aku dikenal dosen-dosen di Prodi PTIK. Ketika bertemu, mereka memberikan selamat. Aku merasa sangat senang, karena dosen-dosen sangat support kepada mahasiswa yang berprestasi. Berangkat dari pengalaman tersebut, aku terus mencari informasi lomba yang sesuai dengan bidang ku. Lomba selanjutnya yang ku ikuti adalah SISKOM EXPO dari Universitas Serang Raya. Sama dengan sebelumnya, bidang yang ku ikuti adalah bidang ITNSA. Kali ini, aku mendapat peringat pertama, karena memang peserta nya tidak begitu banyak, dan materi yang diujikan pun tidak sesulit yang sebelumnya. Namun sama-sama tingkatan Mahasiswa. Pada lomba kali ini, aku mengajak teman-teman di prodi. Kita mengikuti bidang lomba short movie, dan alhasil kita mendapat peringat ke-2 di short movie. Sejak saat itu, kita diberi akses untuk tetap memakai Lab Komputer untuk keperluan belajar. Meskipun terkadang kita gunakan untuk menunggu kelas selanjutnya.
Hanya itu yang dapat ku berikan di semester 2. Prestasi selanjutnya ku torehkan di awal semester 3. Aku mendapatkan informasi tentang lomba dengan bidang yang sama di sekitar bulan Agustus. Ya, itu masa liburan semester 106 ke semester 107. Aku meminta izin kepada Pak Ficky untuk mengikuti perlombaan tersebut, karena mengatasnamakan kampus. Aku disuruh membuat surat rekomendasi dari KaProdi agar bisa berangkat. Liburan ku diisi dengan belajar dan mempersiapkan MPA di Prodi. Lomba ini bernama Seleksi Nasional Asean Skills Competition ke-12 yang diselenggarakan oleh Kementrian Ketenagakerjaan RI. Ajang ini merupakan seleksi untuk mencari calon peserta Asean Skills Competition XII yang akan diadakan di Thailand pada tahun 2018. Acara ini merupakan agenda rutin dari Kemenaker, oleh karena itu aku berinisatif untuk mensosialisasikan acara ini ke program studi ku dan di lingkungan jurusan maupun fakultas. Karena, ketika aku mengikuti lomba tersebut, aku sendiri yang berasal dari UNJ. Aku melihat peserta lain dari kampus-kampus negeri dan swasta di Jawa. Bahkan dari UNY mengirimkan beberapa mahasiswanya untuk beberapa bidang lomba. Padahal kita sama-sama LPTK, tapi mereka sudah jauh lebih siap untuk ajang ini. Dan hasil lomba tidak begitu memuaskan, aku mendapatkan peringkat 15 dari 19 peserta. Namun aku cukup bangga, karena peserta disana berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, dan mereka merupakan orang-orang hebat di bidang ITNSA. Sampai saat ini, kami masih sering berkomunikasi dalam grup yang dibuat pada saat kami mengikuti kompetisi.
Mungkin hanya itu prestasi yang sudah ku dapatkan selama 3 semester berkuliah di UNJ. Karena memang aku berasal dari SMK, sehingga lomba yang ku ikuti adalah lomba-lomba yang jenisnya kompetensi, bukan inovasi maupun penalaran ilmiah. Namun itu bukanlah alasan untuk ku tidak mencoba lomba-lomba bidang lainnya.
Langkah selanjutnya, aku mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa berprestasi Fakultas Teknik 2018. Aku sangat ingin sekali menjadi Mawapress utama UNJ. Oleh karena itu, aku harus mencoba di tahun ini, agar aku lebih siap untuk tahun berikutnya.

Komentar
Posting Komentar