INSPIRING TALK WITH KA RESTI (BEASISWA LPDP)
Mungkin kak Resti bisa sedikit cerita awalnya daftar LPDP kemudian sampai di tahap interview kak
Sebenernya, dari dulu saat s1 emang udah niat untuk lanjut s2 abroad jadi emang udah lama keinginannya .
Sy itu daftar lpdp di akhir tahun 2015, batch 3. Dan baru berangkat di tahun 2017. Prosesnya cukup lama juga untuk menimbang2 universitas
Saat itu proses seleksi masih dalam 2 tahap. Administrasi dan substansi. Tahap substansi itu terdiri dari LGD, essay on the spot, dan wawancara. Sesi wawancara ini memang yg paling menentukan diantara sesi lainnya. Banyak yg bilang sebagai sesi hidup mati kita (lolos ga lolos)
Nah, tahap wawancara itu apasih kak?
Iya bisa dibilang tahap wawancara disitu ialah tahap mengenal lebih jauh kepribadian si calon awardee. Jadi
akan banyak pertanyaan yg mengarah tentang pribadi kita. Entah itu tentang masa lalu, sekarang, ataupun rencana kedepan.
Nah jawaban2 kita tentang masa lalu, sekarang dan
rencana kedepan itulah yg sangat menentukan. Jadi
memang harus disampaikan dengan jelas dan tenang.
Anggap aja tahap wawancara ini sebagai momen “menjual diri” kita didepan interviewer. Untuk itu kita harus punya personal branding yg oke dimata interviewer
3 orang interviewer yg terdiri dari 1 org psikolog dan 2 orang ahli ini akan bener2 menentukan arah wawancara kita. Walau memang seluruh isi wawancara kita akan direkam dan dinilai ulang oleh penilai lainnya tapi tetap, pasti yg paling menentukan ialah mereka yg berhadapan langsung dengan kita
Masa lalu, biarlah masa lalu~ tapi gak dibiarin jugasih ya kalo mau jd awardee LPDP
Kalau boleh tau, 2 orang ahlinya itu, ahli apa ya kak? Dan, situasi serta kondisi pas wawancara gimana kak? Apakah kita mengantri untuk masuk sebuah ruangam atau gimana kak?
Nah ini yg agak berbeda antara satu pendaftar dengan pendaftar lainnya. 2 orang ahli ini bisa dua duanya sesuai dengan bidang keilmuan kita. Bisa juga cuma salah satunya aja. Ini pastinya penting bagi lpdp menyesuaikan bidang keilmuan interviewer dan pendaftar untuk mengulik lebih jauh tentang seberapa dalam kita benar2 terjun dalam bidang kita.
Waktu itu sy daftar di region jakarta, jadi tes substansi dilakukan di student center stan. Kayanya sampai sekarang untuk region jakarta masih dilaksanakan disana.
Jd nanti ada satu gelanggang besar yg terpisah2 antara satu meja dengan meja lainnya. Kurang tau pasti ada berapa meja wawancara di tempat itu. Tapi memang gelanggannya besar banget. Jarak antara satu meja dengan meja lainnya mungkin sekitar 10meter ya.
Untuk pembagian mejanya, saat kita dinyatakan lolos seleksi administrasi. Nanti kita akan dapat email lebih lanjut yg berisi pembagian jadwal dan nomor kelompok. Nomor kelompok itu digunakan untuk menentukan dimeja mana kita akan diwawancara.
Jd kita memang udah tau sebelumnya akan masuk ruangan jam berapa dan harus ke meja mana.
Sebelum masuk ruangan, semua dokumen yg pernah kita upload saat seleksi administrasi akan dicek ulang kelengkapannnya. Pastikan jangan ada dokumen yg tertinggal. Siapkan semua dalam dokumen asli bukan foto copy.
Setelah panitia selesai mengecek kelengkapan dokumen, kita akan duduk sambil menunggu giliran masuk.
Ini dia, pas masuk ruangan itu rasanya rada merinding juga sih . Karna ruangannya besar dan berasa euforianya.
Gimana sih kak persiapan kakak Pra dan Pasca Wawancara?
Persiapan itu momen vital pastinya. Jarak saat dinyatakan lolos administrasi menuju wawancara itu juga ga lama. Tapi memang persiapan untuk tes substansi udah dilakuin sebelum pengumuman seleksi administrasi. Karn yg aku pikir, semakin kita well prepared atas sesuatu maka semakin dekara kita untuk mencapai sesuatu itu.
Jd memang harus well prepare banget. Pengalaman sy itu pastinya
ngehubungin temen2 yg pernah daftar lpdp. Dan tanya sedetail mungkin apapun yg terjadi saat wawancara.
Baca semua pengalaman orang2 di blog2 sampe kita nemu critical point dari wawancara itu sendiri
Pahamin pola pertanyaan yg biasanya muncul
Persiapin diri (emotional, spiritual)
Sedikit masukan, gausah sungkan hubungin orang2 yg pernah gagal ataupun sukses dalam seleksi lpdp ini. Sy pribadi justru dapet banyak pelajaran dari pengalaman mereka yg gagal. Beruntungnya teman yg pernah gagal
lpdp ini bener2 jujur cerita apa yg terjadi saat wawancara sampe bikin dia gagal. Karna sy yakin setiap pendaftar itu pasti menyadari at least satu hal atau alasan yg bikin dia gagal. Nah alasan2 itulah yg harus kita analisis
Kalo persiapan pasca wawancara, itu doa aja kayanya. Karna nothing to do lagi. Semua usaha terbaik udah dilakuin berati tinggal doa yg bertarung dilangit. Hehe
Materi pas wawancara itu apa ajasih kak? Yang ditanyakan gicuuu kak
Polanya rata2 semua sama sih.
Perkenalan
(biodata diri kaya nama lengkap, asal, universitas, atau kerja dimana)
Inti
(Biasanya kebagi dalam 3 rentang yg tadi itu. Masa lalu, sekarang, rencana kedepan)
-masa lalu: dulu saat s1 kesibukannya apa aja, atau kalo kita pengalaman kerja apa yg kita kerjain, prestasi apa
aja yg pernah kita dapet, pengalaman2 luar biasa yg pernah kita alamin
-sekarang: apa kesibukan sekarang, aktivitas apa aja yg dilakuin, bisa berupa kegiatan secara profesional ataupun social activity
-rencana kedepan: kenapa mau lanjut sekolah lagi, emang mau ngapain nanti, apa manfaatnya buat negara, pantes ga sih kita dapet beasiswa ini
-kepribadian: biasanya psikolog akan tanya hal2 yg sifatnya menyentuh. Bisa tentang background keluarga, karakter pribadi kita atau momen2 emosional
Penutup
(Ini yg deg2an juga sih, saat batch sy itu ramai tentang pendaftar luar negeri yg disuru pindah ke dalam negeri, juga mungkin bisa jadi poin tambahan tentang closing statement dari interviewer untuk bisa dijadikan prediksi kemungkinan lolos atau tidaknya)
#SESI TANYA JAWAB
1. Lucy Maryeni - pend.mtk Univ riau
Kak resti mulai ngurus beasiswa nya semester berapa ? Apa harus nunggu tamat (dapat ijazah s1 ) dulu , baru urus beasiswa nya ?
-secara teknis sih baru ngurus itu setelah lulus kuliah. Jd awalnya memang terkendala di ielts. Dan setelah lulus itu coba ke pare sebulan untuk kursus toefl. Kenapa toefl, karna saat itu mikirnya ningkatin skor toefl lebih mudah dari ielts. Ini hanya untuk lolos berkas aja sih. Karna untuk tujuan LN itu yg dibutuhkan sebenernya ielts. Setelah pulang dari pare ngerasa masi kurang juga kemampuan bahasa inggris. Jd sy masi belum PD untuk daftar lpdp. Akhirnya saat itu mutusin kerja dulu di sekolah yg memang pake english dalam interaksinya. Biar kerja sambil belajar juga. Hehe Nah setelah beberapa bulan kerja ngerasa cukup persiapan, jd langsung daftar lpdp.
engga harus lulus dulu, banyak juga temen2 yg lolos lpdp saat dia belum wisuda s1. Yg penting udah ada surat keterangan lulus (ga harus ijasah)
2. Hengki Harianto alumnus pure Math UNJ 2012 Sy graduation in 2016 dan planning mau continue study tahun depan.
Sekarang sy bekerja di perusahaan Jepang bergerak di bidang IT. sy mau tanya ka, kalo sy ambil S2 nya dengan linear jurusan misal sy ambil computer science,probably ke terima lpdp susah ga ka apalagi sampe tahap interview pasti bakal di tanya banget dalam liner jurusannya?
terus sy planning mau ambil IELTS exam,perhaps among February akhir atau awal March sembari sy apply untuk scholarship juga,nah tp ada some case di kampusnya itu,kalo bidang science min. 6.5 dan computer 7 untuk score IELTSnya, itu gimana ka?which's mean, apa sy harus cari kampus yg overall min 6.5 syarat scorenya untuk semua jurusan atau kk punya suggest lain? Thanks/regards :)
masalah linieritas ini juga kasus yg banyak terjadi. Sebenernya bagi sy pribadi, kondisi kita saat wawancara akan lebih aman kalo jurusan yg kita ambil itu linier dengan s1 kita atau bidang pekerjaan kita (bagi yg udah pengalaman kerja). Yg jadi bahan serangan justru yg ga
linier. Disini kita pasti akan ditanya kenapa ga linier, mampu atau ga kita bertahan nanti, berguna ga bidang baru tersebut untuk negara dan pertanyaan2 lainnya. Kalo jurusan kita udah linier, ini biasanya kita akan lebih luwes menjawab karna kita hanya perlu menjelaskan betapa pentingnya bidang tersebut sampai kita harus tekunin lagi di s2
untuk nilai ielts, menurut sy kalo memang kita urgent mau daftar lpdp dalam waktu dekat ini dan nilai kita masih di poin 6.5, gapapa daftar lpdp’a aja dulu. Kan kita masih dikasi waktu setahun setelah dinyatakan lolos jadi awardee untuk cari univ. Jd yg penting lolos lpdp’a aja dulu.
Ini juga pertnyaan yg banyak muncul, mending lolos univ dulu atau lolos lpdp dulu. Bagi sy sih lolos lpdp dulu. Karna bingung jg kalo lolos univ tapi ga lolos lpdp, loa univ nanti jadi pajangan aja hehe
Pengalaman sy pribadi sih saat daftar lpdp, sy belum punya loa dari univ manapun
3. Nurani Sulistyawati Pendidikan Fisika/UNJ Hai kak Resti, Bagaimana jika seseorang itu tidak terlalu aktif dalam berorganisasi serta tidak memiliki banyak prestasi yang sangat membanggakan, dan nilai akhirnya pun berkecukupan tetapi telah memenuhi persyaratan. Bisakah lulus kak? Terima kasih sebelumnya
Bisa banget kalo memang sudah rezekinya. Tapi yg sy pahamin sejauh ini rata2 mereka yg jd awardee pasti ada keunggulan yg dia miliki. Entah itu dari kegiatan sosial, penelitian, exchange, kontribusi di dunia kerjanya, atau ipk-nya selangit, prestasinya berderet, atau apapun itu yg memang bermanfaat.
Lpdp pastinya mau bayarin seseorang yg bisa kasi manfaat buat banyak orang. Itu mungkin intinya. Jd walau belum bermanfaat, tapi lpdp melihat kita sebagai seseorg yg akan penuh manfaat dikemudian hari pasti akan lolos juga
Ohya sedikit share, tentang linieritas. Sy sendiri ga linier jurusannya jd saat wawancara agak alot juga pembahasan tentang itu
4. Novita Fitriani fisika Unj
Kak mau tanya, melihat cv kakak yang wow banget saya jd minder hehe bisa ga ya seperti kakak. Karena jujur saya pengen banget bisa keterima di LPDP, saya juga penerima Bidikmisi UNJ sekarang masih semester 5. Nah menurut kakak apa nih yang harus di persiapkan dari sekarang kak untuk bisa menjadi penerima Beasiswa LPDP 2019? Apakah harus banyak mengikuti organisasi dan menerima penghargaan agar bisa keterima di LPDP kak? Terimakasih
sy malab bulan november kemarin dah mau minta ttd buat surat rekomendasi dr dosen buat ngajuin dapetin LoA
Jujur ini bukannya sok down to earth, tapi beneran deh sy menilai diri sy bukan sebagai pribadi yg berderet prestasi. Menurut sy, coba cari nilai jual dari kita sendiri yg sekiranya laku dijual. Sy pribadi saat wawancara itu interviewer fokus sama ipk, kegiatan sosial, dan manajemen waktu.
Persiapannya, jadi orang yg bermanfaat mungkin ya. Bermanfaat dalam bidang apapun itu. Entah dunia profesional ataupun sosial. Karna kedepannya nanti kan yg dibutuhkan lpdp ialah kontribusi buat negeri.
5. Anna kimia unj
Tadi kak resti sempet bilang, di penutup sesi wawancara, Ada yg diminta untuk pindah ke Dalam negeri. Itu Kan soal ikutin Saran lpdp atau tetep berdiri pada prinsip yg sudah dibangun. Kalau menurut Kaka jawaban terbaik seperti apa sih kak Apakah
Gpp didalam negeri, kalau memang Univ Dan jurusan itu kalau memang Univ itu bisa menunjung juga ilmy/skill yg mau saya dptin.
Tetep dinegara Dan universitas yg dituju karena setelah melalui berapa research mmg disana saya bisa fokus dgn APA yg ingin saya kembangkan
sy malab bulan november kemarin dah mau minta ttd buat surat rekomendasi dr dosen buat ngajuin dapetin LoA
Jawaban terbaik itu yg sesuai kondisi real menurut sy. Option 1 bisa dipilih kalau memang begitu adanya. Option 2 bisa dipilih kalo memang LN ialah satu2nya jawaban untuk semua target2 kita. Sy punya temen, dia daftar LN tapi saat interview diminta ttd surat
pernyataan untuk pindah DN, tapi sekarang kuliahnya di LN. Rezeki manusia
6. Kalau boleh tau Beasiswa Lpdp ini menanggung seluruh biaya hidup + kuliah kita Atau cuma sebagian aja kak ?
Seluruhnya komponen biya. Tanpa pernah merasa kekurangan. Hehe
o ya ka,misal ke terima beasiswa, lpdp n yg lain. pihak lpdp bakal nge black list ga sih buat tahun depan adik tingkat yg mau ikut. karna nolak beasiswa lpdp tp malah dapet beasiswa lain di ambil
Nge-black list kitanya aja. Tapi ga ada hubungannya dengan adik kelas kita. Karna lpdp melihat individunya gitu
Mau langsung lanjut S3 ke S2 apa perlu mendaftar lpdp seperti semula Ka?
Ada yg namanya beasiswa lanjutan. Syaratnya kompleks sih terutama terkait publikasi jurnal. Jd kalo s2 udah jd awardee lpdp, untuk apply beasiswa s3 bisa pake jalan ini.
7. Kak Resti , itu antara 2015 - 2017 aktivitas nya nyari kampus buat dapatin LOA aja ya kk ?
Sy pribadi kemarin cukup galau untuk kuliah dimana. Karna SK lpdp sy sebenernya di glasgow, dan sy pun udah dapet loa dari sana. Tapi setelah banyak dapet input jd berubah haluan untuk ga di uk. Udah coba juga di univ2 lainnya dan menjatuhkan hati disini di adelaide. Hehe
Lama atau tidaknya proses mencari LOA itu sangat bergantung pada univ yg kita tuju.
8. Kak, Apakah ada batas berapa kalinya kita daftar LPDP?
Misalnya kita daftar di tahun 2018, kita lolos tahap Admin, tapi gagal di tahap wawancara, apakah kita bisa daftar lagi di tahun berikutnya?
Ohya tambahan, ini kenapa lama. Karna sy pribadi banyak pertimbangan dalam pilih univ. Juga ditambah harus menunggu waktu intake dari univ tersebut. Untuk info, sy dapet loa adelaide itu bulan mei 2016, dan ga sempet urus berkas keberangkatan untuk juli 2016 jd sy harus defer ke februari 2017
Waktu jaman sy itu maksimal 2 kali kalo masi gagal akan di block berkas kita. Tapi yg sy tau untuk sekarang ini kita dikasi kesemptan 3 kali
Sekian...

Komentar
Posting Komentar