BERLIAN DARI PERJUANGAN
Penulis: Himaniyatul Rizqol B. /P.Kimia 2014/Humas LI 2017 & Ketua LI 2018
Bismillahirrahmannirrahim
Bismillahirrahmannirrahim
Kisah ini berawal dari pribadi yang lemah, seseorang yang harus terus belajar memahami dan memaknai segala hal dengan perspekstif Ilahi bukan perspektif diri, seseorang yang harus terus berjuang untuk merealisasikan segala asa dan cita hingga akhirnya mampu mempersembahkan yang terbaik yang ia mampu untuk keluarga tercinta. Merasakan dunia perkuliahan merupakan anugerah terindah yang Allah berikan pada hambaNya yang lemah ini. Suatu kebanggaan menjadi bagian dari keluarga besar mahasiswa Indonesia. Pernah di suatu momen ketika diri ini beserta teammate lolos tahap 2 PMW UNJ tahun 2016, ada tawaran menarik untuk mengikuti sebuah event besar berskala se-ASEAN dan itu perdana diadakan di Indonesia. Acara ini bernama Jambore HIPMI-PT (Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia- Perguruan Tinggi) yang diselenggarakan di Universitas Telkom Bandung pada tanggal 22 hingga 26 Mei 2016 dan diikuti oleh sekitar 4.000 mahasiswa dari berbagai negara di ASEAN dan Tanah Air. Sebanyak 10 negara di ASEAN berpartisipasi dan mengirim delegasinya di acara tersebut (termasuk mentri luar negeri Negeri Jiran juga hadir pada event ini). Hal ini semakin menarik minat penulis dikarenakan di dalam event ini pula diperebutkan sekitar 1,5 M untuk 1000 orang pemenang (jika tidak salah ( penulis tidak ingat detailnya karena sudah hampir 2 tahun yang lalu^^). Kesempatan langka ini kemudian penulis dan teammate diskusikan bagaimana baiknya, apakah kami ikut event ini sebagai delegasi dari UNJ atau kami tidak usah ikut dikarenakan ada beberapa pertimbangan (diantaranya masalah finansial dan administrasi pendaftaran). Sebagai informasi sewaktu itu penulis dan teammate berencana menjadi start-up bisnis tekstil (*ea). Sejalan dengan fokus studi kami yaitu Kimia (fyi, tim penulis terdiri dari 3 orang : 2 orang perempuan dari prodi pendidikan kimia termasuk penulis sendiri^^ dan 1 orang laki-laki dari prodi kimia) maka kami mengusung ide wirausaha berupa PROTON ClOTHES (Btw tiba-tiba penulis jadi kangen grup ini wkwk canda deng hehe). Apa itu PROTON CLOTHES? Intinya kami berusaha untuk mengangkat ilmu kimia (re : struktur organik suatu senyawa kimia) sebagai motif batik khususnya batik Betawi. Selain merupakan inovasi baru dalam dunia perbatikan, hal ini juga penulis dan teammate maksudkan sebagai sarana media pembelajaran kimia agar para siswa SMA senang dan tertarik dengan mata pelajaran kimia, serta mereka menjadi lebih sadar bahwa chemistry is around YOU dear^^ sehingga diharapkan minat dan motivasi siswa SMA akan pelajaran kimia semakin meningkat dengan adanya PROTON CLOTHES ini. Bagaimana caranya ? Untuk detailnya hanya penulis dan teammate yang tahu (haha).
Setelah berdiskusi akhirnya diputuskan bahwa penulis dan teammate akan mengikuti event ini dengan dana pribadi (yaiyalah wkwk berhubung kami masih start-up jadi income kami belum besar dan tidak cukup untuk membiayai akomodasi event ini padahal kami sudah dapat 1 customer dengan penawaran yang cukup lumayan dan order dalam jumlah kira kira lebih besar dari 40 pieces). Perlu diketahui bahwa kami juga tidak full ikut mendaftar kesana, hanya 2 dari 3 orang yang berpartisipasi (2 orang perempuan termasuk penulis). Hal ini juga dikarenakan banyak pertimbangan. Tepat H-beberapa jam penutupan pendaftaran, teman seperjuangan memutuskan untuk tidak mengikuti event ini dikarenakan suatu hal. (penulis lupa hal yang menyebabkan teman penulis tidak bisa ikut padahal kami berdua telah menyelesaikan segala persyaratan administrasi pendaftaran dan juga sudah membayar full biaya akomodasi (). Akhirnya penulis memutuskan untuk pergi dewekan ke event yang sangat luar biasa ini. Dari UNJ sendiri dari puluhan orang delegasi yang mendaftar pada acara ini tersisa 2 orang delegasi (termasuk penulis) dan 2 orang panitia. Satu hal yang membuat penulis agak sedih adalah dalam event ini penulis menyadari bahwa penulis termasuk kontingen HIPMI-PT Jaya Raya (DKI Jakarta) bukan termasuk kontingen HIPMI-PT Jawa Tengah (lebay wkwk karena ini untuk pertama kalinya menjadi wakil Jakarta bukan Jawa Tengah ( apalagi ketika melihat kontingen Jawa Tengah rasanya ingin bergabung dengan mereka wkwk)
Allah The Best Planner ( sangat bersyukur penulis menjadi bagian dari event ini, selain memang bertemu dengan para pemimpin negeri ini mulai dari Presiden Jokowi, para mentri dalam negeri maupun luar negeri seperti Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Pemuda dan Olahraga Iman Nahrawi, Wakil Ketua MPR-RI Oesman Sapta, Panglima TNI Jend. Gatot Nurmantyo, serta Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartiko Wirjoatmojo. Dari tokoh masyarakat dan pengusaha nasional tampil Pendiri Hipmi Abdul Latief, Senior Hipmi, mantan Ketua Umum Hipmi M.Luthfi, Erwin Aksa, Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani, Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia, serta mantan Ketua Umum Hipmi Sandiaga S Uno. Selain itu sejumlah pengusaha muda dan praktisi bisnis juga didapuk menjadi pembicara yakni Elang Gumilang (Elang Group), Ibnu Rianto (Batik Trusmi Group), Hermas Puspito (Google Indonesia). Dari luar negeri, Pengurus PUMB Malaysia Tan Sri HM Ali Rustam. Penulis juga berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi dengan mahasiswa se-Indonesia dan beberapa Negara ASEAN. Dan perlu diketahui bahwa tidak sedikit dari mahasiswa yang hadir dalam event ini sudah memulai dan merintis usahanya sehingga ketika sesi sharing dan diskusi sangat banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta Jambore. Begitu banyak ilmu yang penulis ambil dari event ini, diantaranya adalah berkobarnya semangat kewirausahaan terutama di kalangan generasi muda terdidik dan produktif yakni mahasiswa. Hal ini sangat berarti mengingat berdasarkan survei HIPMI, sebanyak 80% mahasiswa di perguruan tinggi Indonesia masih bercita-cita menjadi pekerja, belum mau menjadi pengusaha.
Di akhir event ini adalah pengumuman pemenang, dari target 1000 orang pemenang kemudian diseleksi tiap daerah regional sehingga dari masing-masing regional hanya beberapa orang pemenang (kalo tidak salah 2 orang) dan penulis pun BUKAN merupakan pemenang dari regional DKI Jakarta :) hal ini penulis sadari selain persiapan proposal dan prototype produk yang kurang maksimal, mungkin ini merupakan cara Allah untuk menegur penulis agar segala sesuatu yang dilakukan hendaknya hanya mengharap Ridha Allah semata ( bukan hadiah 1,5 M untuk 1000 orang pemenang haha.
Penulis jadi ingat nasihat imam As-Syafi’i
Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang. Maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan. Supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangi kamu dari perkara tersebut. Agar kamu kembali berharap hanya kepadaNya.
Sekian

Komentar
Posting Komentar