AKU BISA BERSINAR

Penulis: Anisa Imansari/P.Kimia2015/Humas LI tahun 2017



Sore itu Aku memberanikan diri untuk mendaftar sebuah ajang pemilihan duta kampus atau yang akrab disapa Duta UNJ 2018. Suasana gedung kuliahku saat itu sudah mulai sepi dan Aku mengambil formulir pendaftaran calon Duta di bagian administrasi mahasiswa. Jujur Aku sangat tertarik melihat para Duta yang selalu tampil dalam berbagai acara besar kampus nampaknya mereka sangat profesional dan berwawasan luas. Salah seorang seniorku pun menjadi bagian dari sosok Duta yang Aku sangat impikan. Entah mengapa rasanya istimewa saja ketika diriku ini bisa berdiri dihadapan orang banyak dan berinteraksi membangun jejaring yang luas. Maka sore itu Aku meyakinkan diri untuk maju dalam ajang tersebut.

Perkenalkan namaku Anisa Imansari seorang mahasiswi program studi kimia yang kini sedang menempuh kuliah di tingkat tiga. Pengalamanku ini sangat berbeda dari biasanya dan sangat terkesan untuk menjadikan diri ini lebih baik. Menjadi sorang mahasiswi program studi kimia tidaklah mudah. Jujur Aku harus pandai-pandai mengatur waktu antara jadwal kuliah, tugas, mengajar, dan tambahan tugas khusus yaitu laporan praktikum. Hampir setiap harinya kulalui dengan kuliah,praktikum, dan sisanya dimalam hari kupakai mengerjakan tugas dan sesekali mengajar. Mengajar sebenarnya bukanlah pekerjaan pokok yang harus Aku jalani karena semua kebutuhanku telah terfasilitasi dengan baik oleh orang tuaku. Namun menurutku itu sebuah tempat menyalurkan hobi dan menolong orang lain sehingga terasa ada yang kurang jika kegiatan tersebut tidak Aku lakukan. 

Tepatnya awal kuliahku di tingkat tiga mulai merasa jenuh dengan kesibukan yang biasa saja setiap harinya. Hingga suatu hari terdapat informasi akan ada ajang pencarian Duta maka Aku semakin termotivasi untuk mengikutinya. Entah apa yang orang lain pikirkan terhadap Duta karena Aku yakin segala sesuatu dapat dinilai orang lain dengan dua sisi yaitu negatif dan positif. Namun diriku berpandangan bahwa Duta merupakan wadah baru untuk belajar banyak hal diluar dari pengetahuan inti yang aku dapatkan di bangku perkuliahan. Aku yakin dengan menjadi sosok Duta Aku lebih mudah berprestasi di segala bidang karena Duta saja sudah berbeda sekali dengan bidang kimia yang Aku sedang tekuni. Kekusksesan bagiku bukan terlihat dari berapa banyak orang yang takjub melihat sosok kita namun seberapa besar kesuksesan itu menjadi pelajaran dan pengalaman terkesan dalam hidup. Aku merasa tertang untuk belajar menjadi seorang Duta lewat pemilihan Duta kampus. 

Disini Aku telah memilih untuk belajar di bidang lain selain kimia maka Aku berusaha untuk sejajar dengan calon Duta lainnya melalui serangkaian persiapan. Mulai dari belajar make up maklum saja Aku biasanya tidak pernah mengenakan make up ke kampus terlebih banyak sekali tugas dan persiapan praktikum yang harus diurus. Sehingga waktuku tidak banyak untuk ber make up seperti mahasiswi lainnya. Belajar make up sama sulitnya dengan belajar kimia organik menurutku (hari demi hari berlalu nampaknya Aku semakin bisa memoles mukaku sendiri. Kemudian berbagai berkas Aku siapkan dan ku serahkan pada pihak panitia seleksi. Hingga tiba saatnya seleksi tahap pertama dengan total peserta 200 orang berlatar belakang berbeda dari berbagai jurusan di kampus tercinta UNJ. Pagi itu pertama kalinya Aku bolos kelas untuk urusan lain demi mengikuti wawancara pemilihan Duta. Perasaan gugup bercampur rasa hawatir karena membolos satu hari kuliah sama saja dengan menyia-nyiakan ilmu. Namun Aku pasrah dan berusaha semaksimal mungkin memberikan diriku yang terbaik didepan para juri. Aku belajar hari itu bahwa menjadi diri sendiri dengan apa adanya sebuah keistimewaan tersendiri untuk orang lain. Tidak perlu terlihat wow dengan melebihkan kemampuan karena orang lain dapat melihat kita dari sudut pandang yang berbeda.

Seleksi pertama nyatanya Aku lolos bersama 39 peserta lainnya untuk lanjut di seleksi tahap kedua. Sungguh bukan langkah yang mudah bagi seorang mahasiswa program studi kimia yang tidak ada bakat seni dan sosial sejati seperti peserta lain yang berlatar belakangnya sebidang. Disini Aku merasa sadar bahwa Aku memiliki potensi dan pantas jika kelak menjadi seorang Duta. Aku kembali membolos perkuliahan untuk mengikuti seleksi tahap kedua. Tahap kedua dilakukan dengan mengiklankan diri sendiri menjadi menarik didepan tiga orang juri dan leaderless group discussion. Pada tahap ini Aku melakukan kesalahan pada penampilanku yaitu tidak mengenakan kaos kaki hitam dan high heels. Memang dalam seleksi Duta sangat ketat mulai dari penampilan, tutur bahasa dan kesopanan hingga kemampuan semuanya memiliki poin penilaian. Kepercayaan diriku sedikit turun dengan kecacatan penampilan di tahap ini namun Aku tidak pantang menyerah karena masih bisa berusaha menjadi orang yang menarik didepan juri dan bagian diskusi nanti. Usai seleksi tahap dua ini Aku mulai tersadar menjadi sorang Duta nampaknya tidak mudah dan benar-benar seleksi yang ketat bukan saja penampilan yang ditonjolkan namun wawasan ilmu serta tutur kata yang baik merupakan poin penting lainnya yang harus dimiliki. 
Jika saja Aku tidak memberanikan diri untuk mencoba mengikuti ajang ini mungkin diriku tidak tau berbagai pelajaran dan rasa yang hingga kini Aku telah lewati selama seleksi berlangsung. Aku sangat pasrah terhadap hasil dari seleksi dua ini karena sainganku memiliki keunggulan-keunggulan dibidangnya tersendiri. Aku kembali melakukan rutinitas keseharian dengan praktikum dipagi hari. Tiba-tiba saja salah seorang teman dekatku datang menghampiri dan memberitahuku kalau pengumuman seleksi tahap dua telah ada dan namaku termasuk kedalam 10 besar pasangan Duta yang ada. Teman-teman memberiku ucapan selamat dan mengemangatiku untuk ikut serta di seleksi berikutnya yaitu pemilihan 6 pasang Duta yang nantinya salah satu pasangan akan dimahkotai. Aku benar-benar bersyukur dan merasa semuanya tidak mungkin tanpa campur tangan Allah dan doa orang tuaku bisa sampai di tahap ini. Aku yang tidak memiliki basik foto model atau pengetahuan luas hingga bisa lolos sejauh ini. Allah benar-benar memberiku kesempatan untuk belajar dan meraih pengalaman.

Tahap ketiga ini jauh lebih berat dari tahapan sebelumnya dimana ada empat bagian test yang terdiri dari orasi tema langsung, simulasi pelayanan humas, wawancara bahasa inggris, dan wawancara psikologi. Benar-benar takut dan pasrah akan hasilnya di tahap ketiga ini. Pagi itu tampak semua peserta sangat siap dan rapi untuk memulai test. Aku yang mendapat nomer urut ke-10 untuk orasi langsung merasa gugup hawatir akan mendapatkan tema orasi yang sama sekali tidak aku ketahui. Tema orasi yang Aku dapatkan saat itu perihal Bonus Demografi Indonesia tahun 2020. Dalam hatiku sangat bersyukur mendapat tema tersebut dan Aku pun langsung  berorasi dengan durasi kurang lebih 3 menit. Kemudian kami semua bergantian memasuki ruangan seleksi tiga tahapan lainnya secara bergantian. Aku langsung disuruh untuk mengikuti wawanara psikologi dengan disuruh menggambar dan menjelaskan maknanya kemudian sang Psikolog mengujiku dengan beberapa pertanyaan. Aku yakin beliau mengetahui seluruh kepribadianku saat itu. Dilanjutkan dengan simulasi layanan humas. Sungguh ini tahapan tersulit karena Aku tidak menyiapkan pengetahuan lebih mengenai kampus tercinta ini. Aku rasa gagal pada bagian ini karena nyatanya Aku tidak cukup baik mengatasi masalah yang diberikan juri. Terakhir Aku masuk ke sesi wawancara bahasa Inggris. Sesi terkhir ini Aku lalui cukup percaya diri. Namun secara keseluruhan aku cemas akan gagal. Berusaha memantapkan diri untuk percaya Allah akan memberikan jalan yang terbaik setelah ini. Aku pasrah dengan hasil pengumuman nantinya. 

Seminggu telah berlalu dan tibalah pengumuman peserta 6 pasangan Duta yang lolos untuk dimahkotai. Aku menguatkan diri jika tidak lolos dan benar nyatanya Aku tidak lolos menjadi 6 pasang Duta. Terasa sedih dihatiku namun Aku sadar itu memang bukan bidangku yang sesungguhnya. Aku sengat beruntung bisa menjadi 10 besar dalam seleksi itu dan Aku bangga diriku telah mencoba belajar lebih dari kebanyakan orang lainnya. Mengambil keputusan dan memulai sesuatu yang tidak kamu ketahui sungguh bukanlah perkara yang mudah. Hingga kini pengalaman dan pelajaran itu sangat terkesan walaupun Aku gagal menjadi nomer satu namun Aku tahu bahwa diriku istimewa disisi lain. Sebenarnya aku memiliki prestasi lain dalam bidangku namun Aku lebih memilih berbagi kisah ini karena lebih terasa jatuh bangun semasa itu. Untuk kita generasi muda pasti memiliki keistimewaan masing-masing tinggal mengembangkannya menjadi lebih baik.


Komentar